Seratus hari berlalu. Aku masih belum
percaya hari ini ada. Aku masih belum yakin ini nyata.
Semua orang sibuk membawa makanan dan suguhan lainnya, aku menatap mereka lekat-lekat. Tapi sebenarnya,
tak satupun obyek tertanggap oleh retinaku. Aku melamun. Aku, ragaku benar ada
di sini. Tapi pikiranku entah ada dimana. Aku sibuk bertanya kepada Tuhan,
kenapa harus sekarang? Kenapa aku? Kenapa?
Seratus hari berlalu. Lukaku masih sama
perihnya seperti saat semua dimulai.
Dari kecil aku terpaksa berpisah dengannya.
Semakin aku tumbuh dewasa, semakin aku mengartikannya sebagai orang lain. Tapi
ketika aku mulai sadar aku menyayanginya, aku memperjuangkan prestasiku demi
dia, Tuhan mengambilnya.
Dia ayah terhebat. Dia ayah terkuat.
Semua cobaan hidup sudah dia temui. Ayah, semua ini untukmu. Yang terbaik yang
bisa kulakukan.
Ada Band - Yang Terbaik Bagimu.
Untuk Ayah di surga. Maaf belum menunjukkan hal-hal hebat dari diriku semasa ayah masih ada. Terimakasih untuk semua perjuanganmu sampai aku jadi seperti ini. Aku sudah wisuda, skripsiku A ayah. Untukmu. :)
#FiksiLaguku @KampusFiksi Semoga layak baca. Mohon komentarnya. Terimakasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar